Kamis, 25 Mei 2017

PROFIL MADRASAH IBTIDAIYAH
PONDOK PESANTREN AL ITTIFAQIAH INDRALAYA OGAN ILIR
SUMATERA SELATAN
A.    SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA

1.      Periode 1918-1922
KH. Ishak Bahsin, Ulama besar lulusan Al-Azhar Mesir. Pada periode ini mulai melaksanakan pengajaran ilmu-ilmu keislaman di rumah beliau di Sakatiga dengan menggunakan kitab-kitab kuning yang beliau pelajari di Al-Azhar. Sistem yang digunakan masih bersifat tradisional, non klasikal, non madrasah. Periode ini merupakan embrio dari madrasah formal yang beliau dirikan pada tahun 1922.

2.      Periode 1922-1942
Setelah  4 tahun melaksanakan program pendidikan tradisional maka, pada tahun 1922 KH. Ishak Bahsin mendirikan dan memimpin Madrasah Ibtidaiyah siyasiyah Alamiyah di Sakatiga, sebuah Madrasah formal setara madrasah tsanawiyah dan aliyah dengan masa belajar 8 tahun. Selama 10 tahun madrasah ini melaksanakan program pendidikannya di bawah rumah penduduk. Pada tahun 1932 dibangun gedung madrasah dengan ruang belajar berjumlah 5 lokal. KH. Bahsin Ishak wafat tahun 1936. kepemimpinan madrasah itu dilanjutkan oleh anak beliau KH. Bahsin Ishak. Pada tahun 1942, saat madrasah ini memiliki 300 santri, gedung madrasah dibakar orang tak dikenal. Saat itu bertepatan dengan pendudukan Jepang sehingga madrasah ini bubar.

3.      Periode 1949-1962
Tahun 1949, atas prakarsa K.K Ahmad Qori Nuri dengan mengajak KH. Ismail Muhyiddin, H. Yahya Muhyiddin dan para anggota Partai Syarikat Islam Indonesia Sakatiga. Gedung madrasah yang sudah terbakar dibangun kembali.
Pada taggal 31 agustus 1950 dimulai kembali kegiatan belajar madrasah dengan nama baru Sekolah Menengah Islam (SMI) Sakatiga., dipimpin oleh KH. Ismail Muhyiddin. Sekolah Menengah Islam ini memiliki tiga tingkatan pendidikan, tingkat Ibtidaiyah (setara Tsanawiyah sekarang) dengan masa belajar 4 tahun dan tingkat Tsanawiyah (setara Aliyah sekarang) denganm masa belajar 3 tahun.
Tahun 1954, santri berjumlah 250 orang, KH. Ismail Muhyiddin berpulang kerahmatullah. Pimpinan SMI diamanatkan kepada KH. Ahmad Qori Nuri. Selama 12 tahun periode ini jumlah santri mencapai 400 orang dan lokal belajar berjumlah 8 lokal.

4.      Periode 1962-1967
Pada awal periode ini, tahun 1962, nama SMI diubah menjadi Madrasah Menengah Atas (MMA) Sakatiga. Karena menyesuaikan dengan peraturan Departemen Agama waktu itu, tingkatan pendidikannya terdiri dari tingkat Tsanawiyah (setara SMP) dengan masa belajar 4 tahun dan tingkat Aliyah (setara SMA) dengan masa belajar 3 tahun.
Pada awal tahun pelajaran 1967 santri MMA berjumlah 527 orang. Lokal belajar berkembang menjadi 11 lokal. Santri-santri berasal bukan hanya dari Sumatera Selatan, tetapi juga dari Provinsi-provinsi lain. Sampai awal 1967 MMA Sakatiga dipimpin KH. Ahmad Qori Nuri.

5.      Periode 1967 -  Sekarang
Tahun 1967 muncul ide beberapa guru MMA Sakatiga untuk menegerikan madrasah ini, dan menyerahkannya kepada Pemerintah. Murid-murid KH. Ishak Bahsin di Indralaya seperti H. Ahmad Rifa’i, H. Hasyim, H. Nurhasyim Syahri, H. Hasanudin dan Hajiro Burhan memandang bahwa MMA Sakatiga pada hakikatnya lanjutan usaha jihad KH. Ishak Bahsin, yang jika diserahkan kepada Pemerintah akan kehilangan sejarah-sejarahnya. Untuk memelihara nilai-nilai sejarah dan keberkahan KH. Ishak Bahsin, maka murid-murid beliau tersebut dengan dukungan penuh tokoh-tokoh masyarakat Indralaya H. Ahmad Romli, H. Hasyim Sukri, H. Hasyim, H. Azro’i Muhyidin Ilyas Ishak, H. Ahmad Rozak, M. Rodi, Ahmad Luthfi H. Hasanuddin, M. Syahri dan lain-lain, mereka sepakat memindahkan MMA Sakatiga ke Indralaya dan meminta KH. Ahmad Qori Nuri untuk memimpin Madrasah. KH. Ahmad Qori Nuri menyepakati permintaan ini dan mengajak adik-adiknya KH. Abdul Hamid Nuri, KH. Bukhairi Nuri untuk mengajar.
Pada 10 Juli 1967 resmi berdiri MMA Al –Ittifaqiah Indralaya, dengan surat izin persetujuan Inspeksi Pendidikan Agama Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumatara Selatan tanggal 28 Juli 1967 No. 1796/AI/UM/1967. madrasah ini memiliki dua tingkatan : Tsanawiyah (Setara SMP) masa belajar 4 tahun dan Aliyah (setara SMA) masa belajar 3 tahun, sejak  awal beridir telah memiliki 80 orang santri. Tempat belajar pada waktu itu menumpang gedung madrasah Al-Ittifaqiah Islamiyah (MII) indralaya yang terletak di dekat Masjid KUBRO Indralaya. MII ini sudah berdiri 1 tahun sebelumnya. MII ini kemudian jadi bagian dari MMA Al-Ittifaqiah Indralaya yang saat ini menjadi Madrasah Diniyah Al-Ittifaqiah dimana gedungnya sekarang ini menjadi tampat berlangsungnya kegiatan belajar Madrasah Diniah Al-Ittifaqiah sore hari dan Madrsah Ibtidaiyah pagi hari. Adalah H. Ahmad Rifa’i H. Hasyim mewakafkan tanah seluas 80x50m  (4000m ) yang pada tahun 1968 dibangun gedung belajar MMA Al-Ittifaqiah. Tanah wakaf ini adalah cikal-bakal dari kampus A yang menjadi pusat kegiatan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah pada saat ini sudah berkembang luasnya menjadi 33.330m  . Tahun 1969 didirika Yayasan dengan nama Yayasan Perguruan Islam Al-Ittifaqiah dengan akte notaris aminus Palembang nomor 2 Januari 1999. tanggal 11 maret 1976, MMA Al-Ittifaqiah Indralaya berubah status menjadi Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah dan dilaporkan oleh Yayasan kepada Departemen Agama RI dengan surat no. 504/YPI/-3/76 tanggal 11 maret 1976. KH. Ahmad Qori Nuri menjadi Mudir POndok Pesantren Al-Ittifaqiah sampai wafatnya beliau pada hari kamis, tanggal 11 April 1996. Sejak itu kepemimpinan PPI dijalankan oleh Wakil Mudir, KH. Muslih Qori. Dari Agustus sampai 1998 sampai dengan Mei 1998 KH. Muslih Qori Nuri menjadi pimpinan Pondok ini. Sejak Juni 1998 sampai saat ini, Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah diamanatkan kepada Drs. KH. Mudrik Qori.
Saat ini, PPI memiliki dua lokasi kampus. Kampus A memiliki luas 33.330m  merupakan lokasi kampus untuk TK Islam, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ittifaqiah (STITQI). Kampus B seluas 300m  merupakan lokasi kampus bagi Madrasah Ibtidaiyah dan Diniah.
Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah ini berdiri setelah memperhatikan minat para orang tua dan wali santri untuk meningkatkan kemampuan anaknya dalam hal pengetahuan dan pengembangan Ilmu agama, dan mencermati orientasi pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah yang penekanan awal pendiriannya sangat mulia, yaitu baca  tulis Al-Qur’an , pelaksanaan sholat dan pemahaman –pemahaman yang bersifat keagamaannya lainnya, maka Yayasan Islam Al-Ittifaqiah dengan bermusyawarah bersama tokoh masyarakat indralaya berupaya untuk mencari solusi terbaik untuk meneruskan cita-cita yang sangat mulia ini. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja keras semua piham Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah pada saat ini sudah memiliki 164 santri denga 14 orang tenaga pengajar dan satu orang Kepala Sekolah.

B.     IDENTITAS MADRASAH
Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah berada di jantung Kota Indralaya, Ibu Kota Kabupaten Ogan ILir, Sumatera Selatan. Sebagai suatu lembaga pendidikan yang strategis bagi pengembangan/pembentukan kpribadian anak agar memiliki pengetahuan agama Islam yang lebih luas,  bersikap sebagai seorang muslim yang berakhlakul karimah, maka sangat tepat keberadaannya bagi masyarakat.

Berikut gambaran identitas Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah
1.      Nama Madrasah                      : Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah
2.      Alamat                                   
Desa                                        : Indralaya Mulya
Kabupaten                               : Ogan Ilir
Provinsi                                   : Sumatera Selatan
3.      Nomor Statistik Madrasah      : 111 216 10 0010
4.      Nama Badan Pengelola           : Yayasan Islam Al-Ittifaqiah
5.      Waktu Belajar                         : 07.30 s.d 12.35 WIB
6.      Kurikulum yang digunakan    : - Kurikulum Kementrian Agama
-   Kurikulum Kementrian DikBud
-   Kurikulum Pondok
7.      Nama Kepala Madrasah          : Mabsud, S.Pd.I
Pendidikan Terahir                  : S.1
Status                                      : PNS
Pangkat/Golongan                  : III/b

C.    DASAR, AKIDAH, TUJUAN, VISI, MISI, ORIENTASI, STRATEGI, PANCA JIWA PONDOK
a.      Dasar
Al-Qur’an dan Al-Hadist

b.      Akidah
Ahlusunnah wal Jamaah

c.       Tujuan
a.       Tujuan umum
Mencetak kader ulama intelektual yang bertanggung jawab bagi da’wah/syiar Islam, pembangunan Bangsa, Negara dan semesta serta pensejahteraan umat lahir bathin, dunia akhirat.
b.      Tujuan Khusus
Menyiapkan santri Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah menjadi Insan Kamil yang beiman dan bertakwa, koko berakhlak karimah, berilmu pengetahuan dan berwawasan luas, berketrampilan tinggi dan berjiwa mandiri yang siap menjadi pembimbing dan pimpinan umat serta penebar rahmat.

d.      Visi
Terwujudkan insan yang bertaqwa, berakhlak mulia, terampil dan berprestasi.

e.       Misi
  1. Mewujudkan lingkungan madrasah yang taat beribadah, harmonis, bersih dan islami.
  2. Menumbuh kembangkan keteladanan/uswatun hasanah dan prilaku terpuji.
  3. Menyelenggarakan pengembangan potensi dan kemandirian santri.
  4. Menyelenggarakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

f.       Tujuan
            Menciptakan Santri Yang Rajin Beribadah, Berakhlak Mulia, Cerdas, Terampil, Mandiri Dan Bertanggung Jawab.

g.      Orientasi
1.      Keislaman, kebangsaan dan kesemestaan.
2.      Keberpihakan kepada kaum tertindas.

h.      Prinsip
Independensi, pembaharuan dan keterbukaan.

i.        Obsesi
1.      Menjadi kiblat pendidikan Islam Nasional dan Internasional
2.      Menjadi kekuatan yang amat berpengaruh bagi terwujudnya masyarakat, negara dan semesta yang madani.
3.      Tumbuhnya beribu pondok alumni.
4.      Menjadi agen perubahan, agen pembaharuan dan agen pemberdayaan ekonomi umat.
5.      Melahirkan pemimpin masa kini dan masa depan yang memainkan fungsi maksimal sebagai khalifah fil ardh.
6.      Membebaskan seluruh santri dari berbagai pungutan dana dan memberi fasilitas buku-buku dan uang saku.
7.      Menjadi kekuatan yang berpengaruh bagi terwujudnya kerukunan umat manusia, perdamaian dunia, kemajuan IPTEK dan keselamatan manuasia secara Universal.

j.        Strategi
Untuk mencapai dan mewujudkan tujuan, Visi, Misi Orientasi dan Obsesi Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah, disusunla strategi yang sekaligus merupakan Garis Besar Program Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah sebagai berikut :

1.      Perwujudan SDM yang bermutu dan unggul.
2.      Pengelolaan organisasi, administrasi dan manajemen yang modern.
3.      Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran yang unggul dan pengembangan program pendidikan.
4.      Pelaksanaan Dakwah Islamiyah yang luas.
5.      Penggalian sumber dana yang banyak dan besar.
6.      Peningkatan kesejahteraan keluarga besar Madrasah Ibitidaiyah Al-Ittifaqiah.
7.      Pengembangan kampus dan penambahan bangunan fisik.
8.      Perkaderan yang berkesinambungan .
9.      Penguatan dan perluasan jaringan, komunikasi, informasi, dan kerjasama, baik dalam maupun luar negeri.
10.  Peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan pengabdian terhadap umat.
11.  Pelaksanaan penelitian, dialog, kerjasama, pertukaran dan pengabdian untuk kerukunan, perdamaian, IPTEK, budaya dan kemanusiaan yang Universal.

k.      Panca Jiwa Pondok
1.      Kesederhanaan
2.      Keikhlasan
3.      Kemandirian
4.      Ukhuwah Islamiyah
            5. Bebas Berfikir

0 komentar:

Posting Komentar